26.2 C
Tangerang
Sunday, 21 July, 2024
spot_img

Paroki “Air Mata”

Beberapa kali mengikuti pertemuan bersama para pengurus Asak, ada satu hal menarik yang selalu dilontarkan oleh Bapak Yanto, pendiri Asak. Beliau selalu mengatakan “Paroki Mata Air dan Paroki Air Mata.” Secara sepintas memberikan sebuah dikotomi tentang perbedaan yang menyolok tentang kekuatan finansial dari umat yang mendiami paroki dengan karakter yang berbeda pula.

Ada paroki yang layak disebut sebagai paroki mata air dan ada juga paroki yang disebut sebagai paroki air mata. Namun di tengah perbedaan itu, ada upaya dari pengurus Asak untuk menggugah kesadaran bagi mereka yang berkecukupan untuk memberikan perhatian pada anak-anak Asak yang mendiami paroki air mata.  Pelan tetapi pasti bahwa gerakan Asak merambah ke seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta ini dan gerakan yang sama sepertinya memberikan kesempatan pada paroki mata air  untuk memberikan perhatian dan donasi pada paroki-paroki yang tergolong ke dalam paroki air mata. Orang-orang yang menghuni paroki mata air, terus berbagi dan mengalirkan kelimpahan rahmat pada mereka yang berada dalam situasi kurang beruntung. Melihat dua model paroki ini memberikan gambaran pada kita bahwa situasi ini bisa diatasi, terutama bagi yang hidupnya kurang beruntung saat ini bisa menempuh jalur pendidikan dan ditopang oleh Asak.

Pendidikan menjadi kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih cerah. Asak menjadi sebuah wadah yang terus mengalirkan perhatian agar anak-anak bisa mendapatkan kesempatan untuk sekolah dan kuliah. Mungkin banyak yang kurang tahu tentang apa itu Asak. Asak adalah gerakan Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) yang resmi berdiri pada Juli 2007 di Paroki Bojong Indah-Gereja Santo Thomas Rasul. Kehadiran Asak seperti “oase” di tengah padang gurun kehidupan dan  menyokong anak-anak dalam pertarungan di bangku sekolah maupun kuliah.

Ketika berhadapan dengan beberapa anak Asak, saya selalu memberikan semangat bagi mereka untuk terus berjuang. Hari ini adalah hari bagimu yang kurang beruntung tetapi besok, keberuntungan selalu berpihak padamu. “Tuhan bisa mengubah malam yang gelap menjadi siang yang terang” maka Tuhan yang sama tak pernah menutup mata terhadap perjalanan hidupmu hari ini. Di saat Anda merasa tidak memiliki apa-apa, bukan berarti Tuhan menjauh darimu tetapi hanya cara Tuhan yang tetap menggugah kesadaranmu untuk ingat akan Dia.

Berhadapan dengan situasi yang kurang beruntung seperti itu, kita bisa menimbah inspirasi dari Injil Matius 14: 19-21 yang mengisahkan tentang bagaimana Yesus menggandakan lima potong roti dan dua ekor ikan yang sanggup mengenyangkan lima ribu orang dan bahkan sisa yang terkumpul mencapai dua belas bakul. Memahami peristiwa penggandaan roti yang dilakukan oleh Yesus adalah sebuah misteri yang tidak bisa dicerna oleh manusia. Bagaimana mungkin lima potong roti dan dua ekor ikan bisa memberikan kepuasan bagi lima ribu orang? Penginjil tidak menggambarkan secara detail tentang dampak setelah Yesus berdoa, apakah roti itu berubah menjadi tumpukan roti atau setiap orang mengambil satu potong roti dan roti itu tetap lima? Dalam situasi kekurangan itu, kita tetap berharap akan kemurahan Tuhan yang pasti memberikan kelimpahan pada umat-Nya.***(Valery Kopong)

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

imankatolik.or.id
Kalender bulan ini

Popular