Sukacita 30 Tahun WKRI: Merajut Kebersamaan dan Pelayanan di Gereja St. Gregorius Agung Kutabumi

4 Min Read

Sabtu, 21 Februari 2026, menjadi hari yang penuh sukacita bagi keluarga besar WKRI di Gereja St. Gregorius Agung. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, WKRI merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-30 melalui rangkaian kegiatan yang meriah dan sarat makna. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas tiga dekade perjalanan pelayanan, kesetiaan, dan kontribusi WKRI dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan senam bersama yang diikuti oleh para anggota dan umat yang hadir. Gerakan-gerakan yang energik dan penuh semangat membuat suasana semakin hidup. Canda dan tawa menghiasi halaman gereja, menciptakan keakraban yang terasa begitu hangat. Momen ini tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan, tetapi juga membangun kekompakan serta semangat kebersamaan di antara para anggota.

Setelah senam bersama, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi. Seluruh peserta berdiri dengan khidmat untuk mengikuti doa pembuka, memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan membawa sukacita. Suasana semakin terasa nasionalis ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama dengan penuh penghayatan.

Acara pembukaan semakin bermakna melalui sambutan dari para pengurus WKRI serta Romo Yudha. Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang WKRI selama 30 tahun, yang telah menjadi wadah pelayanan dan pertumbuhan iman bagi banyak perempuan Katolik. Pesan yang disampaikan meneguhkan kembali pentingnya menjaga semangat persaudaraan, kesetiaan dalam pelayanan, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan Gereja. Puncak pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan berkat yang terus melimpah di tahun-tahun mendatang.

Lomba menghias tumpeng menjadi acara utama yang paling dinantikan. Setiap kelompok menampilkan kreativitas terbaiknya dengan penuh antusias. Aneka hiasan, variasi lauk-pauk, serta penataan yang artistik menunjukkan kesungguhan dan kerja sama tim yang luar biasa. Tidak hanya keindahan tampilan yang menjadi perhatian, tetapi juga makna dan kekompakan dalam proses persiapannya. Sorak sorai dan dukungan antaranggota menambah semarak suasana perlombaan.

Sambil menunggu hasil penilaian dari dewan juri, suasana tetap meriah dengan penampilan line dance yang energik serta beberapa lagu yang dibawakan oleh anggota WKRI. Penampilan-penampilan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Tawa yang bergema dan wajah-wajah penuh sukacita menjadi gambaran nyata kebahagiaan yang dirasakan bersama pada hari istimewa ini.

Memasuki penghujung acara, tibalah saat yang dinanti, yaitu pengumuman para pemenang lomba. Setiap kelompok menerima apresiasi dengan penuh kebanggaan, baik sebagai pemenang maupun sebagai peserta yang telah berpartisipasi dengan sepenuh hati. Kebersamaan tetap terasa kuat, karena yang utama bukanlah sekadar kemenangan, melainkan persaudaraan yang semakin erat.

Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas seluruh berkat yang telah diterima sepanjang hari. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah, di mana seluruh peserta saling berbagi cerita, menikmati hidangan, dan mempererat tali persaudaraan.

Perayaan HUT ke-30 WKRI ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum berharga untuk mempererat kebersamaan, meneguhkan komitmen pelayanan, serta memperbarui semangat dalam iman dan kasih. Tiga puluh tahun perjalanan menjadi bukti nyata kesetiaan dan dedikasi, sekaligus harapan agar WKRI terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi Gereja dan masyarakat.

Share This Article
Leave a Comment