Masa Prapaskah tahun 2026 resmi dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Momen sakral ini ditandai dengan perayaan Rabu Abu, sebuah tradisi yang mengawali perjalanan spiritual selama 40 hari ke depan menuju sukacita Hari Raya Paskah pada 5 April mendatang.

Di Gereja St. Gregorius Agung Kutabumi, umat berkumpul dengan penuh khidmat dalam beberapa sesi Misa:
Misa Pagi 06.00 WIB & Sore 17.00 WIB yang Dipimpin oleh RM Yoseph Mikael Yuddha Adrian Vitra, Pr.
Misa malam 20.00 WIB yang Dipimpin oleh Romo Deodatus Salto Manulang.



Inti dari perayaan ini adalah penerimaan tanda abu di dahi. Abu yang digunakan berasal dari daun palma pada perayaan tahun lalu (Minggu Palma). Secara visual, abu ini bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat kuat akan kefanaan manusia dan seruan untuk bertobat.
“Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan akan kembali menjadi debu.”
Penerimaan abu menjadi simbol penyesalan mendalam sekaligus tekad bulat untuk memperbaiki diri dan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.
Lebih dari Sekadar Ritual Romo Salto dan Romo Yuddha dalam kepemimpinannya mengajak umat untuk menjadikan masa ini sebagai kesempatan emas memperdalam iman. Selama 40 hari ke depan, umat diajak untuk tidak hanya menjalankan puasa dan pantang, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.




Melalui doa dan refleksi yang khidmat, Rabu Abu di Gereja St. Gregorius Agung menjadi langkah awal bagi setiap jiwa untuk melepaskan kebiasaan lama dan tumbuh menjadi pribadi yang baru.


