Pada hari Sabtu, 4 April 2026, suasana hening dan khidmat menyelimuti Gereja St. Gregorius Agung. Umat berkumpul bersama menyatukan hati dalam perayaan Malam Vigili Paskah, sebuah momen suci untuk merenungkan pengorbanan Yesus Kristus sekaligus merayakan kebangkitan-Nya yang penuh kemuliaan.
Perayaan yang berlangsung pada sore menjelang malam hari ini dipimpin langsung oleh Romo Yudha. Rangkaian liturgi diawali dengan Upacara Cahaya yang begitu sarat makna. Di tengah kegelapan gereja, nyala Lilin Paskah perlahan menerangi ruangan, menjadi simbol hidup dari Terang Kristus yang senantiasa hadir dan mengalahkan kegelapan di dunia. Umat yang hadir mengikuti prosesi cahaya ini dengan tertib, menciptakan suasana yang hangat, tenang, dan penuh penghayatan.
Dalam homili dan rangkaian Sabda malam tersebut, Romo Yudha mengajak seluruh umat untuk menyadari kembali betapa besarnya kasih Allah kepada manusia. Melalui pembacaan kisah penciptaan dari awal mula hingga selesai, umat diajak menelusuri kembali karya agung penyelamatan Allah yang berpuncak pada wafat dan kebangkitan Yesus.
Memasuki bagian liturgi selanjutnya, momen pembaruan janji baptis menjadi salah satu titik yang paling menyentuh. Dengan suara bulat dan hati yang sungguh-sungguh, umat mengucapkan kembali komitmen iman mereka sebagai pengikut Kristus, menandai kesetiaan dan pertobatan yang terus-menerus.
Seluruh rangkaian Misa Vigili Paskah berjalan dengan lancar, tertib, dan diwarnai sukacita rohani yang mendalam. Usai perayaan, umat melangkah pulang membawa harapan baru di dalam diri masing-masing. Kiranya, Terang kasih Allah yang memancar kuat di Malam Vigili Paskah ini tidak hanya berhenti di altar gereja, melainkan terus menjadi cahaya yang menerangi hati dan memandu langkah kehidupan sehari-hari seluruh umat.
Ditulis oleh : Alsya & Ave

