Berbicara di depan umum bukan sekadar soal teknik vokal, intonasi, atau artikulasi. Lebih dari itu, berbicara adalah soal hati sebuah panggilan untuk menyampaikan pesan kasih dengan kerendahan hati dan jiwa yang melayani. Inilah pesan utama yang ditekankan dalam pelatihan public speaking bertema “Spiritualitas Berbicara di Muka Umum” bersama Dr. Djohan Gazali, yang diadakan pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Pelatihan ini mengajak peserta, khususnya para pelayan liturgi, pewarta, dan pemimpin komunitas, untuk kembali pada akar dari komunikasi Kristen: spiritualitas. Dr. Djohan mengingatkan bahwa Tuhan tidak memilih kita karena kemampuan yang luar biasa, melainkan karena kasih karunia-Nya. Sebuah prevenient grace—anugerah yang mendahului dan memampukan kita untuk menanggapi panggilan pelayanan dengan kasih dan kesungguhan hati.
Dalam konteks ini, public speaking bukanlah ajang unjuk diri, melainkan sarana pelayanan. Setiap kata yang diucapkan, setiap pesan yang dibagikan, adalah kesempatan untuk menghadirkan wajah Kristus kepada sesama. Maka, bukan kehebatan teknis yang diutamakan, melainkan kerendahan hati dan kesediaan untuk menjadi alat-Nya.
Ketakutan untuk berbicara di depan orang banyak adalah hal yang manusiawi. Namun, ketakutan itu tidak boleh menjadi penghalang. Dengan latihan yang konsisten, dibarengi dengan niat tulus dan hati yang terbuka, setiap orang dapat diperlengkapi untuk menjadi pewarta kasih Tuhan. Seperti yang dikatakan dalam pelatihan ini, “There is a will, there is a way”—jika ada kemauan, Tuhan pasti sediakan jalan.
Peserta diajak untuk terus belajar, terus mencoba, dan yang terpenting, terus bersyukur. Karena dalam dunia komunikasi rohani, satu kata yang lahir dari kasih bisa menggetarkan hati lebih dalam daripada seribu kata kosong yang hanya mengisi ruang.
Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan bukan dimulai dari podium, melainkan dari hati yang siap untuk taat dan terbuka untuk diutus. Semoga melalui setiap kata yang kita ucapkan, nama Tuhan semakin dimuliakan, dan kasih-Nya semakin nyata di tengah umat.***(Gabriela Putri .W)


