Mengenang Sengsara dan Wafat Tuhan: Keheningan Jumat Agung di Gereja St. Gregorius Agung

2 Min Read

Pada Jumat, 03 April 2026, suasana hening dan penuh keharuan menyelimuti Gereja St. Gregorius Agung, Paroki Kutabumi. Umat berkumpul dalam kesunyian untuk mengikuti Ibadat Jumat Agung, mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.

Tata perayaan dilangsungkan dengan sederhana dan tanpa nyanyian meriah, membawa umat dan seluruh petugas liturgi pada penghayatan yang lebih mendalam. Di awal ibadat, umat diajak untuk menyadari betapa besarnya kasih Tuhan kepada manusia, hingga Ia rela menderita dan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan kita.

Dalam suasana yang dipenuhi rasa haru tersebut, umat mendengarkan Sabda Tuhan dan Kisah Sengsara Yesus secara saksama. Momen ini membuat umat yang hadir semakin memahami dan merenungkan beratnya penderitaan yang dilalui Yesus hingga wafat di bukit Golgota. Puncak penghayatan terlihat saat prosesi Penghormatan Salib. Umat maju satu per satu dengan tertib dan penuh ketulusan untuk memberikan penghormatan sebagai tanda bakti, iman, dan kasih atas pengorbanan-Nya.

Rangkaian ibadat Jumat Agung yang disempurnakan dengan penerimaan Komuni Kudus ini meninggalkan kesan spiritual yang sangat mendalam. Setelah ibadat usai, umat melangkah keluar meninggalkan gereja dengan hati yang tersentuh dan damai.

Perayaan Jumat Agung ini bukan sekadar rutinitas liturgis, melainkan sebuah panggilan dan pengingat bagi kita semua untuk senantiasa lebih bersyukur, saling mengasihi, dan belajar mengampuni. Semoga makna pengorbanan dan kasih salib Kristus dapat terus hidup dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ditulis oleh : Alsya & Wanda

Share This Article
Leave a Comment