33.4 C
Tangerang
Friday, 14 June, 2024
spot_img

Berani Menjadi Ketua Lingkungan?

Ketika mengikuti sosialisasi pemilihan ketua-ketua lingkungan dan ketua-ketua wilayah di gereja Gregorius Agung, sempat mendengar keluhan dari beberapa ketua lingkungan. Keluhan mereka terkait minimnya minat umat untuk dimintai sebagai calon ketua lingkungan. Gaung kaderisasi memang penting karena itu dalam sosialisasi tentang  tata cara pemilihan ketua-ketua lingkungan, diingatkan juga  supaya bagi yang sudah terpilih sebagai ketua lingkungan, tidak boleh merangkap jabatan lain baik di DPH, seksi maupun sub seksi. Himbauan ini sebagai bentuk awasan dan sekaligus memberikan “ruang” bagi orang lain untuk berpartipasi dalam membangun Gereja.

Mengapa sepi peminat ketika meminta umat untuk menjadi calon ketua lingkungan? Pertanyaan ini merupakan sebuah keluhan kritis sekaligus menggugah kesadaran umat untuk mengambil bagian dalam proses pencalonan sebagai calon ketua lingkungan. Ketika ditanya mengapa tidak ada orang yang berminat, tentu jawabannya beragam. Ada yang mengatakan bahwa sibuk dan tidak punya waktu, ada juga yang mengatakan bahwa belum layak menjadi calon ketua lingkungan. Alasan paling banyak muncul adalah “sibuk dan tidak punya waktu.” Alasan ini adalah alasan klasik sebagai cara untuk mengelak dari pencalonan dirinya menjadi kandidat ketua lingkungan.

Kesibukan di dunia kerja menjadi sebuah “tameng” bagi mereka yang tak mau menjadi pengurus lingkungan. Tentang kesibukan ini, penulis ingat akan satu ungkapan yang bisa memberikan motivasi diri dan berani untuk terjun dalam kegiatan-kegiatan, baik kegiatan sosial maupun keagamaan. “Semakin seseorang sibuk maka ia pandai mengatur waktu.”  Jika ungkapan ini dimaknai secara mendalam maka alasan sibuk bukan menjadi alasan mendasar untuk menghindar dari tugas-tugas dalam hidup menggereja.

Beberapa teman yang sudah lama terlibat dalam pelayanan di Gereja, entah sebagai ketua lingkungan ataupun terlibat di seksi yang lain, memberikan kesan yang menyenangkan.  Bahwa melayani umat itu penting dan karena pelayanan itu maka Tuhan memberikan kemudahan dalam banyak hal. Ini merupakan pengalaman iman dan pergulatan dalam  hidup menggereja. Ada yang menjalani tugas sebagai ketua lingkungan, awalnya agak terpaksa tetapi semakin menghayati pelayanan itu, semakin merasakan betapa Tuhan memakainya sebagai “alat-Nya” untuk menggerakan umat yang dipimpinnya.

Dalam proses perekrutan para calon ketua lingkungan, penulis, sebagai seorang awam, memaknai proses pemilihan ini sebagai bentuk penugasan untuk menggembalakan umat pada Gereja basis terkecil (lingkungan). Sakramen permandian yang diterima dilihat sebagai “imamat awami” untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Gereja. Seperti Yesus, sebelum memberikan tugas kegembalaan pada Petrus, tiga kali berturut-turut Ia bertanya pada Petrus dengan rumusan pertanyaan yang sama. Simon, apakah engkau mengasihi Aku? Maka, segera dan spontan saja Simon Petrus menjawab: Ya, Tuhan, aku mengasihi Engkau! Kemudian Yesus pun melanjutkan dan berkata:    “Gembalakanlah Domba-domba-Ku”  (Yohanes 21:15-19). Pesan penting dari teks Injil ini tidak hanya  ditujukan pada kaum klerus saja tetapi sebagai seorang awam, teks Injil ini memberikan spirit pelayanan pada orang awam yang terlibat dalam pelayanan di lingkup Gereja. Berani menjadi ketua lingkungan?***(Valery Kopong)

Previous article
Next article

Related Articles

1 COMMENT

  1. Jabatan ketua lingkungan itu hampir mirip dengan jabatan sosial di masyarakat. Jabatan Ketua RT. Banyak warga yang enggan menjabat sebagai ketua RT.
    Kadua jabatan itu kadang tampak penting saat warga membutuhkan pada waktu2 penting mereka. Saat mau baptis, saat ada kedukaan dll, barulah mencari ketua lingkungan. Saat mau bikin KTP, saat butuh SKTM dll, barulah mencari Pak RT.
    Hal itu tidak dialami oleh satu atau dua lingkungan/RT, banyak.
    Kalau tidak mengingat pelayanan, mereka enggan mengurusi umat/ warga yang model2nya seperti itu.
    Sebagai umat/ warga, sy hanya bisa berharap dan berdoa semoga banyak umat/ warga yang tergerak utk melayani bersdia menjadi ketua lingkungan/RT (kebetulan sy dan suami menjabat kedua jabatan itu hehehe ya karena banyak yg tidak tergerak)
    Akhirnya sy hanya bisa support bpk ibu ketua lingkungan untuk tetap semangat melayani ya. Tuhan memberkati, Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

imankatolik.or.id
Kalender bulan ini

Popular