30.7 C
Tangerang
Friday, 14 June, 2024
spot_img

Ulang Tahun ke 28 Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Gregorius Agung

Mengintip kegiatan ulang tahun Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Gregorius Agung Paroki Kutabumi yang ke 28

Tentang Kategorial

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) adalah organisasi awam Katolik yang memiliki visi bersifat sosial,aktif, mandiri, memiliki kekuatan moral dan kemampuan handal dalam menjalankan karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, serta menegakkan harkat dan martabat manusia.Wanita Katolik Republik Indonesia adalah organisasi masyarakat yang berbadan hukum dan disyahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor J.A./23/8, tanggal 05-02-1952 (lima Februari,tahun seribu Sembilan ratus lima puluh dua) dengan (Anggaran Dasar 2018 Bab 1 Pasal 3)Wanita Katolik Republik Indonesia didirikan tanggal 26 Juni 1924 di Yogyakarta dan diprakarsai oleh Raden Ajeng Soelastri Soejadi Sasraningrat Darmaseputra. Santa Pelindung organisasi adalah Santa Ana, ibundanya Bunda Maria yang melahirkan Juru Selamat kita.

Peringatan  Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Gregorius Agung

Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Gregorius Agung didirikan tanggal 24 Maret 1996. Digawangi oleh almarhum ibu Domeri,almarhum ibu Ema, almarhum ibu Katarina Joko organisasi ini berdiri dibawah bendera Paroki Santa Maria karena waktu itu Gregorius Agung masih cabang dari Santa Maria. Tidak terasa sekarang sudah menginjak usia 28 tahun, usia yang sudah cukup dewasa dalam sebuah organisasi. Di usia yang ke 28 ini kami banyak berbenah diri dengan mereorganisasi para pengurus usia muda agar organisasi tetap bisa mengikuti perkembangan jaman dan kemajuan teknologi informasi. Banyak kemajuan dalam menggunakan fasilitas teknologi modern untuk menunjang semua kegiatan  kususnya para pengurusnya agar makin melek teknologi dengan cara mengikuti pelatihan fotografi dan seminar sumber daya manusia yang diadakan oleh Dewan Pengurus Daerah Jakarta. Meskipun letak kami berada diujung berung Kuta Bumi kami selalu berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh Dewan Pengurus Derah Jakarta dan Dewan Pengurus Pusat .

Dalam Rangka memperingati ulang tahun Wanita Katolik Republik Indoesia cabang Santo Gregorius Agung yang ke 28 kami mengadakan lomba fashion show busana daur ulang dan fotografi.Tema yang kita ambil tahun ini adalah berkretaivitas mewujudkan kepedulian terhadap alam lingkungan.

Dalam rangkaian ulang tahunnya, diawali dengan meminta ujub misa pada hari Minggu tanggal 3 Maret 2024 pada misa pertama. Para pengurus dan anggota menggunakan pakaian kebesaran Wanita Katolik Republik Indonesia, duduk paling depan dan diberkati oleh Romo pendamping rohani yaitu Romo Wahyu Kristian Wijaya. Dalam penutup misa, romo Wahyu menghimbau dan mengajak lingkungan yang belum ada rantingnya untuk segera membentuk ranting.Acara puncak ulang tahunnya diadakan pada hari Sabtu 16 Maret 2024 di taman doa Gereja Santo Gregorius Agung Kuta Bumi. Meskipun cuaca kurang bersahabat karena hujan tidak menyurutkan niat kami untuk merayakannya, sedikit mundur karena harus memindahkan tempat lomba tapi tidak mengurangi antusias peserta lomba. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dilanjutkan dengan lagu Mars Wanita Katolik Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Simamora salah satu senior organisasi meskipun sudah sepuh masih tetap semangat berorganisasi.

Acara dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh ibu Ina dari Ranting Katarina, lalu sambutan ketua panitia yaitu ibu Nita. Dalam sambutannya beliau berterimakasih atas bantuan semua pihak sehingga acara bisa berjalan dengan lancar. Sambutan berikutnya yaitu dari ketua cabang Wanita Katolik Republik Indonesia cabang Santo Gregorius Agung yaitu ibu Rini yang mengajak semua pengurus dan anggota untuk tetap terlibat dalam kegiatan tapi tetap dalam koridor pelayanan terbaik untuk umat gereja dan warga masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Romo Wahyu selaku pembimbing rohani sekaligus membuka acara dengan simbol pemotongan tumpeng.  Sebelum pemotongan ibu Ayu selaku MC menjelaskan filosofi tumpeng sebagai reprentasi roda organisasi, bahwa tumpeng simbol ekosistem kehidupan yang mengajarkan tentang keiklasan, toleransi,pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nasi kuning yang melambangkan kekayaan moral yang luhur, sayur sebagai lambang perlindungan, kedamaian, ketentraman pertumbuhan , kacang panjang sebagai tanda yang punya visinoer jauh ke depan dan bermanfaat bagi orang lain seperti Visi dan Misi organisasi. Potongan tumpeng diberikan kepada Ibu Mawarno mantan ketua Wanita Katolik Republik Indonesia di era tahun 2000. Seperti sambutan di tahun sebelumnya Romo menghimbau agar kegiatan bukan hanya berkutat di lingkungan gereja tapi juga di sosial masyarakat. Dan ini dibuktikan dengan presatasi ibu ibu dalam  lomba baca puisi antar gereja Kristen dan Katolik tingkat Tangerang menjadi juara pertama yang diwakili  oleh ibu Ayu,serta  pemenang harapan lomba busana tingkat GOW Tangerang yang diwakili oleh ibu Nita. Wanita Katolik Republik Indonesia juga bekerjasama dengan rumah sakit Metro mengadakan pengobatan gratis yang melibatkan masyarakat sekitar. Puji Tuhan para pengurus tidak pernah melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, tetap aktif di lingkungan bahkan menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan di Gereja.

Selesai acara seremonial dilanjutkan acara puncak yaitu lomba Fashion Show busana daur ulang.Lomba ini dikuti oleh 15 peserta dari perwakilan ranting dan lansia. Para peserta mengambil tema baju adat, baju pahlawan wanita dan baju modern. Lomba dinilai oleh tiga juri yaitu Ms Clareta dari Paroki Citra Raya, Ms Zulfa dari Ciledug dan Romo Wahyu. Tujuan lomba ini adalah untuk lebih menghargai lingkungan, melatih kepercayaan diri, serta belajar mengekspresikan diri. Satu persatu peserta lomba dipanggil oleh ibu Mesye selaku pemandu acara untuk menunjukkan hasil karyanya sekaligus dibacakan narasi bahan dan cara pembuatannya. Peserta lomba fotografi yang dikususkan untuk anggota ranting dipersilahkan untuk mengambil gambar kegiatan ini yang hasilnya dikirim ke bagian Humas untuk dinilai oleh Romo Dias dan Ibu Yuni Wulur sebagai juri.

Setelah acara lomba selesai dewan yuri rapat untuk menetapkan pemenang lomba. Sambil menunggu hasil perlombaan ibu-ibu berjoged poco-poco. Pemenang lomba  ada 6 yaitu 1 juara favorit dan 5 pemenang dari juara 1 sampai harapan 2. Sedangkan untuk lomba fotografi akan diumumkan pada lain kesempatan. Setelah pemberian hadiah kepada pemenang dan kenang-kenangan kepada dewan juri acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama,setelah itu ditutup dengan doa serta berkat oleh romo Wahyu.

Kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba, tetap semangat untuk berkreatifitas. Jangan menyerah untuk yang belum menang karena pada intinya semua adalah pemenang. Lomba memang sudah selesai tapi kegiatan masih tetap berjalan, masih dalam rangkaian ulang tahun kita pengurus akan membagikan takjil untuk para abang becak, pemulung, tukang ojek sebelum lebaran tiba.Di bulan Mei nanti juga akan mengadakan ziarek ke Dieng dan berziarah ke  makam pendiri Wanita Katolik Republik Indonesia di Semarang. Tetap maju Wanita Katolik Republik Indonesia cabang Santo Gregorius Agung , kita tunggu kegiatan nyata di ulang tahun berikutnya.

Terimakasih, Tuhan memberkati

Salam Kasih

Ayu

Previous article
Next article

Related Articles

1 COMMENT

  1. Dirgahayu WKRI DPC St. Gregorius Agung! Semoga semakin banyak Wanita Katolik, khususnya yang muda, bergabung dan berdinamika dalam organisasi ini. #banyakmanfaat #layananbagikaumibu #WKRIJaya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

imankatolik.or.id
Kalender bulan ini

Popular